Cerita Ngentot Jilbab Perkosaan Ibu Kost Berhijab

Cerita Ngentot Jilbab Perkosaan Ibu Kost Berhijab – Ceritadewasa17.xyz kali ini akan menceritakan sebuah pengalaman sex dari dua remaja kaya yang berniat memperkosa seorang Ibu kos berjilbab yang bertubuh seksi, toket besar dan pantat yang semok. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita ngentot berikut ini.

cerita ngentot jilbab

cerita ngentot jilbab

Aldo nama panggilanku, di sini aku akan bercerita tentang pengalaman ngentot ku yang bisa dibilang aneh, dan mungkin terkesan nekad. Aku mulai petualangan sex-ku berawal ketika aku mendapatkan seorang teman bernama Denis, dia adalah teman kuliah satu jurusan yang bisa dibilang punya wajah tampan dan tubuh proposional untuk ukuran seorang cowok.

Bila dilihat secara fisik Denis adalah type cowok idaman para wanita. Denis sangat berbeda sekali dengaku, kalau bicara tentang fisik… aku hanyalah seorang cowok yang biasa saja, namun aku punya kelebihan dalam hal life style. Aku tipe cowok yang selalu menjaga penampilan, aku bisa seperti itu karena orang tuaku cukup kaya.

Jadi untuk life style, uang jajan, dan kendaraan aku bisa dibilang lebih unggul dari Denis. Walau kami berbeda, namun kami bersahabat baik, dari latar belakang kami maka jadilah kami duo playboy, hehehhe… Yang namanya Playboy pasti kami sering ganti-ganti pasangan, dan tentu saja hampir semua mantan pernah kami setubuhi.

Pada suatu hari, kami berdua agak bosan dengan tipe cewek binal dan matre karena terlalu mudah untuk diajak ML, pada akhrinya kamipun mencari target cewek alim yang berjilbab.Untuk mendapatkan pacar berjilbab saat itu kami-pun tidak terlalu sulit.

Pada saat itu kami berdua mencoba untuk merayu dan mengajak pacar kami yang berjilbab untuk bersetubuh, namun apa hasilnya kami diputusin oleh pacar kami yang berjilbab tadi, hahha… tapi yasudahlah namanya juga wanita berjilbab, pastilah mereka menjaga auratnya dan agak susah untuk diajakin ML.

jilbab nyepong

jilbab nyepong

Singkat cerita selang 2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka terbersit ide untuk melakukan perkosaan kepada wanita berjilbab, namun misi ini harus berakhir dengan kepuasan dari cewek yang menjadi korban agar kami tidak terjerat pasal asusila. Saat itu kami berfikir keras, apakah mungkin rencan kami ini bisa sukses.

Hari berganti hari kami menyusun rencana itu dengan serius, sampai pada akhirnya kami menemukan ide… namun dengan syarat .. pertama – korban harus harus cewek yang sudah kami kenal, kedua – korban sudah tak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan menimbulkan trauma pada korban dan yang ketiga – kami harus mempersiapkan peralatan yang lengkap. – cerita ngentot jilbab –

Alat alat itu seperti tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup mulut, obat perangsang atau obat bius. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah bener-bener matang, maka kamipun segera melakukan seleksi korban, sampai akhirnya kami menemukan calon korban itu.

Sebut saja namanya Ibu Mira, usianya sekitar 37 tahun dia adalah wanita berjilbab yang sudah punya 2 orang anak. Namun suaminya punya istri muda, jadi jika kami memilih bu Mira sebagai calon korban adalah hal yang tepat, karena yang namanya istri tua pastinya jarang dibelai, Bu Mira ini mempunyai usaha kost kost an khusus cewek. Walau bu Mira ini berjilbab namun dia terlihat sangat cantik dan menarik sekali. Bu Mira berjilbab dengan model hijab yang kekinian, berjilbab namun ketat. Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat sekalnya toket dan pantatnya.

Kami perkirakan ukuran bra-nya sekitar 36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami, nah Bu Mira ini sudak mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kost Bu Mira untuk mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Mira.

Sungguh egois sekali suami bu Mira ini, sudah mpunya istri cantik dan bohay, masih saja mencari istri muda, dan lagi kenapa bu Mira kok mau saja dimadu, entahlah. Suami Bu Mira ini memeberikan kompensasi kepada Bu Mira sebuah kost-kostan yang menghasilkan uang yang cukup lumayan bahkan kalau dihitung-hitung lebih dari pada cukup.

Oh iya anak bu Mira berumur 15 tahun dan 9 tahun, anak pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu dengan rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kami-pun mendatangi kost milik Bu Mira sekitar jam setengah sembilan pagi.

cerita ngentot jilbab – Pagi itu terlihat kost sudah sepi, karena semua penghuni kost sudah berangkat untuk kuliah dan kedua anaknya juga lagi sekolah. Karena pada saat itu kami melihat kondisi yang mendukung, kami-pun langsung masuk ke rumah utama yang terletak di tengah kost-nya, setelah masuk kamipun menyapa,

“Permisi Bu Mira, selamat pagi,” sapa kami dengan ramah.

Pada saat itu kebetulan sekali Bu Mira sedang membereskan ruang tamu. Terlihat saat itu Bu Mira memakai kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk ukuran hijab, dibalik baju muslim ketatnya terlihat toket montok gede dan kencang sekali. Mendengar sapaan kami Bu Mira-pun menyambut kami,

tante jilbab blowjob

tante jilbab blowjob

“Eh… ada Denis dan Aldo, kok tumben kalian datangnya pagi sekali, emangnya pagi gini kalian mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anak-anak pada kuliah deh,” ucap Bu Mira.

Dengan senyum ramah dan manis bu Mira-pun menyambut kami,

“Bener juga yah Bu, pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau ngapain yah bu kesini, padahal kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek” ucapku mulai memancing Bu Mira.

“Wah sayang banget dong Pizza-nya kalau gitu” kata Bu Mira sambil terus membereskan furniture di ruang tamunya.

Pada saat itu posisi Bu Mira agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya terlihat bergerak-gerak yang membuat jantung kami semakin berebar-debar saja,

“Daripada mubazir, gimana Pizza-nya kita makan sama-sama aja Bu, mau nggak Bu ?,” ajakku.

“Beneran nih, kalau kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak,” ucapnya dengan senyumnya yang renyah.

Hmmmm… Seandainya saja Bu Mira tahu maksud kedatangan kami,

“Ya sudah Bu silahkan saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang makan pasti tidak akan habis,” sahut Denis sembari membuka kardus pizza yang masih panas itu.

Kemudian Bu Mira tanpa rasa sungkan mulai ngobrol bersama dengan kami menikmati pizza yang lezat itu,

“Oh iya bu, kami kok lupa beli minum yah,” ucapku.

“Udah kalian tenang aja, ngomong-ngomong kalian mau minum apa?,” tanya Bu Mira menawarkan minum pada kami.

“Emmmmm, apa yah, kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hehehe…” ucap Denis memancing lagi.

“Wah, Susu murni kayaknya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja ?,” ucapnya menawarkan minuman lain dengan polosnya.

Ternyata Bu Mira benar-benar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalah susu murni dari toket Bu Mira, hahaha… Saat itu kamu sudah tak sabar ingin segera meremas toket yang besar dan kencang itu,

ibu berjilbab ngentot

ibu berjilbab ngentot

“Wah, masa sih Ibu Mira enggak punya susu ?,” canda Denis dengan melirik toket Bu Mira.

“Hmmm dasar kamu Nis, pagi-pagi udah ngeres aja Hussss… husss jangan gitu nggak baik !!!,” kata Bu Mira yang mulai sadar kalau kami memandangi toket-nya dengan penuh nafsu.

Lanjutnya lagi,

“yasudah kalian tunggu sebentar yah, biar Ibu buatkan kopi,” ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Seakan-akan Bu Mira mencoba untuk tidak meladeni candaan kami yang mulai menjurus dan kemudian berjalan ke dapur denga lenggokan pantatnya yang semok. cerita ngentot jilbab -Kami segera bangkit mengikuti Ibu montok itu. Tugas Denis adalah memegang Bu Mira supaya dia tidak bisa berontak, sementara aku akan menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya.

Obat bius yang kami gunakan mempunyai dosis rendah, jadi hanya akan akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu Mira sedang membuat kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami dan dengan segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri,

“Maaf Bu, kami maunya susu, boleh kan,” pinta Denis dengan pandangan yang semakin nakal ke arah toket-nya.

“Iya Bu, kami minta baik-baik…,” sahutku beriringan.

Bu Mira mulai nampak panik melihat wajah mesum kami.

“Gila kalian…,” seru Bu Mira mulai meninggi.

Melihat cara baik-baik tampaknya gagal, Denis dengan tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Mira dari belakang,

“Jangan melawan dong Bu…,” kata Denis.

“Apa-apaan nih, kalian tidak waras yah !!!,” ucap Bu Mira mencoba memberontak.

Namun percuma saja Bu Mira berontak, karena Denis lebih kuat daripada Bu Mira. Saat itu aku-pun segera bertindak sigap dengan sapu tangan ditangan, hasilnya dalam sekejap Bu Mira terlihat langsung pusing dan lemas. Aku segera menutup mulutnya dengan kain,

“Beres bro, udah nggak bisa berontak nih, ayo bawa ke tempat tidur…,” ucap Denis.

Kami membopong tubuh semok Bu Mira yang lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku bertugas memangku Bu Mira dan Denis bertugas memberikan foreplay buat Bu Mira. Wajah Bu Mira semakin pucat karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari matanya, – cerita ngentot jilbab –

“Tenang Bu, kami berikan yang terbaik kok, jadi Bu Mira tinggal menikmati aja yah !!!” bisikku di telinganya.

Denis dengan penuh percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya dibungkus celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontol-nya. Bu Mira berusaha menendang Denis dikala dia akan menyingkap rok panjangnya, namun tenaganya sangat kecil bahkan nyaris tak ada.

binor berjilbab ngentot

binor berjilbab ngentot

Kini kami menikmati pemandangan kedua paha Bu Mira yang montok, putih dan mulus,

“Keren coy…” ujar Denis kagum pada pamandangan indah itu.

“Yoi…” aku membenarkan,”terus ke atas dong,”.

“Sabar…perlahan biar Bu Mira menikmati,” kilah Denis.

Denis membelai paha Bu Mira dengan lembut dan sekali-kali menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga terlihat daerah selangkangan dengan celana dalam warna merah yang kontras dengan kulit putih pahanya,

“Wow, lebat sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha…,” ucap Denis seraya membelai rambut-rambut kewanitaan Bu Mira yang tumbuh melewati batas celana dalam.

Bu Mira masih mencoba meronta, namun tetap tak bertenaga. Akhirnya ia hanya membuang muka dan memejamkan matanya. Dengan nakal Denis mulai menciumi selangkangan Bu Mira, suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium tepat di bagian memek Bu Mira yang masih tertutup celana dalam,

“Buka dong Nis celana dalamanya, udah sange banget nih gue !!,” ucapku kepada Denis.

Denis menuruti kemauanku. Dengan perlahan dia pelorotin celana dalam merah Bu Mira hingga kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dengan rambut liar yang menutupi liang senggama-nya,

“Bener-bener nih yang punya barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus tiap hari,” kata Denis.

Dengan lembut dan profesional, Denis menyibak rambut kemaluan Bu Mira sehingga ia menemukan bibir memek yang merekah,

“Eh… sudah agak basah nih…” ujar Denis.

“Wah… dari tadi kan kami sudah bilang Bu, jangan melawan, pasti enak kok…” candaku.

Bu Mira masih memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya mengingkari bahwa ternyata dia sudah mulai terangsang .Denis memulai jurus foreplay dengan membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelai bibir vagina Bu Mira, dan tentu saja tak ketinggalan itil-nya.

Pada saat Denis dengan penuh nafsu menjulurkan lidah dan memainkan bagian itil, Tubuh Bu Mira sontak terasa menggeliat,

“Tuh kan, enak kan Bu…” ucapku.

Melihat reaksi Bu Mira yang menggelinjang, Denis semakin horny, ia melumat habis kemaluan Bu Mira dengan mulut dan lidahnya. Aku yang melihat juga semakin sange. Tubuh Bu Mira semakin terasa menggelinjang, dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia mulai menatap Denis yang tengah mengerjai kemaluannya yang sudah lama tak terjamah itu.

Mungkin baru pertama kali dia dioral seperti ini. Denis memang dahsyat, lidahnya menjalar-jalar dari perbatasan anus dan vagina hingga ujung Itil dan sekali-kali ia mengulum Itil Bu Mira. Wanita mana yang bisa tahan kalau Itil-nya dikulum seperti itu. Mata Bu Mira yang tadi basah oleh air mata kini menatap penuh harap pada Denis.

“Ibu… mau saya buka tutup mulutnya enggak? Tapi jangan teriak ya…” aku menawari Bu Mira dan wanita itu terlihat mengangguk. Aku pun membuka kain penutup mulutnya. – cerita ngentot jilbab –

“Kalian gila…,” seru Bu Mira.

Tapi intonasinya sudah berbeda dengan seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara kalut dan nikmat,

“Eughhh… Oughhh… ,” Bu Mira semakin tak malu mengeluarkan lenguhan erotisnya disaat Denis memainkan jarinya di dalam liang kewanitaanya.

Aku yang dari tadi hanya jadi penonton pun mulai beraksi. Dengan lihai tanganku menarik kaos Bu Mira hingga toket-nya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya,

“Buseeet, gede banget coy, ini mah semangka namanya,” seruku takjub.

Toket Bu Mira memang besar dan tampak masih kencang. Dengan tak sabar aku mencopot pengait BH-nya sehingga buah dada besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera meremas-remas dan memilin puting susunya yang juga besar itu,

“Eughhh… kalian memang kurang ajar…” racau Bu Mira yang semakin terbakar birahi.

Terlihat pada saat itu wajah cantiknya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir bahkan mulutnya setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan ternyata memang benar, wanita berjilbab itu membalas ciumanku. Akupun melumat bibirnya yang seksi itu sambil terus meremas-remas toket-nya.

Sementara di bawah, Denis terus bergerilya. Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Mira tak mampu lagi menahan orgasme-nya,

“Eughhh… gila… Ssssshhhh… Aughhhhh…,” tubuhnya mengelinjang hebat.

Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang sehingga gelinjangannya semakin terasa. Ibu dua anak itu melenguh cukup keras dan panjang tatkala orgasme menjemputnya. Wajah Denis terjepit dua paha mulusnya sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu montok yang sedang meraih kenikmatan duniawi itu,

“Wow… asyik kan Bu…” seruku.

“Kini giliran kami ya Bu…” ujar Denis tak sabar.

Kini Denis mulai melucuti celana dalamnya dan dengan segera menempelkan ujung kontol-nya di bibir kewanitaan Bu Mira,

“Eh… pake kondom dong Nis…” seruku.

“Buset… hampir lupa gua…,” ucapnya.

Kemudian Denis mengurungkan niatnya untuk menghujamkan kontol-nya dan segera mencari kondom di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang kejantanan-nya, kini dia-pun segera menempelkan kontol-nya kembali ke bibir kemaluan Bu Mira yang montok dan perlahan-lahan memasukinya.

Aku melihat wajah Bu Mira semakin mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua dimulai. Aku berciuman dengan Bu Mira sambil terus meremas-remas toketnya yang montok, sementara Denis asyik menggenjot memek-nya. Sampai akhirnya terdengar lenguhan Denis tanda dia melepas orgasme-nya,

“Hmm… istirahat dulu ya bu…” ajakku membaringkn tubuh Bu Mira di atas tempat tidur.

Tubuh montok itu masih terbungkus rok panjang dan kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih dikenakannya. Aku mengambil botol aqua dari dalam tas dan menyodorkannya pada Bu Mira. Dia menerima dan meneguk airnya, Sementara aku merobek tissue vagina yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap peralatan kami.

Aku bersihkan memek-nya dengan tissue yang harum itu sehingga tak ada lagi bekas sperma Denis. Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral seks pada Bu Mira. Wanita itu mulai terangsang lagi. Kini ia tak malu-malu lagi. Tangannya membelai-belai rambutku dan sekali-kali menariknya disaat dia merasa terangsang hebat.

Aku semakin horny dan kalap melahap meki ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup waktunya untuk melakukan penetrasi,

“Bu kita ML pakai gaya doggy style yha!!!,” ujarku.

“Gaya Apaan tuh?,” tanyanya lugu.

“Itu loh bu, jadi ibu nungging, terus ibu di entot dari belakang,” ucap Denis menjelaskan ketika dia beristirahat setalah mendapatkan orgasme-nya.

Bu Mira menurut, dia kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai dan menungging di tepi tempat tidur. Wow… pantat semoknya membuat aku semakin tak sabar menikmati permainan ini. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya, empuk sekali. Dengan tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke dalam memek-nya. | cerita ngentot jilbab |

hijab doyan kontol

hijab doyan kontol

Agak mudah memang, maklum habis dipakai Denis, namun tetap nikmat. Aku menggenjotnya dengan irama perlahan seakan membelai dinding-dinding memek-nya. Bu Mira tampaknya sangat menikmati permainanku. Pantat semoknya bergoyang-goyang mengikuti irama sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memek-nya mulai mengeras tanda dia sudah hampir orgasme.

Aku mempercepat tempo permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersama-sama. Bu Mira menggelepar di atas tempat tidur. Dia pasti tak habis pikir, dalam hidupnya dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia dan istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 cowok muda perkasa,hehehehe…

“Bu, ibu enggak marah kan?,” tanyaku.

Bu Mira tak menjawab, namun saat itu dia menatap kami dengan wajah penuh terima kasih,

“Kalian… kalian kurang ajar…,” serunya.

“Tapi enak kan Bu,” canda Denis yang sudah berpakaian kembali.

“Iya sih, Enak banget,” ucap Bu Mira dengan senyum puas.

“hehehe.. berarti lain kali boleh dong kita dateng lagi Bu ?,” tanyaku.

“Dasar kalian pemuda gila, bener-bener maniak sex kalian yah,” ucap Bu Mira.

Dari nada biacaranya tadi, terdengar jelas bahwa dia mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata seperti itu Bu Mira-pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersikah diri. Singkat cerita setelah 1 minggu kemudian, kami datang lagi ke rumahnya, dan Bu Mira sudah siap untuk kami setubuhi lagi.

Setelah kejadian itu justru Bu Mira yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telepon atau sms untuk meminta jatah kepada kami .. Dasar ibu-ibu berjilbab 2 anak doyan sex, hahaha.. – T A M A T –

Cerita Dewasa | Cerita Ngentot Jilbab | Cerita dewasa 17 tahun | Cerita Sex Terbaru | Cerita Dewasa Terbaru | foto igo telanjang | Cerita ngeseks | Cerita sex tante | Kumpulan foto bugil telanjang | cerita sex perkosaan

sudah makin horny khan pembaca .. kalau masih belum crot silahkan baca kisah lain nya :
Cerita Ngentot Hadiah Ulang Tahun Dari Mama
Selingkuh Dengan Shanty Pembokat ku Tercinta
Cerita Ngentot Temen Cewek di Toilet Kampus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!