Cerita Ngentot Tante Mirna Pemilik Salon

Cerita ngentot tante, cerita sex dengan bini orang, pengalaman ML dengan wanita setengah baya, kumpulan cerita sex ngentot terbaru, ngentot tante jablay, cerita dewasa ml tante binal.

Tante Mirna berusia sekitar 38 tahun mempunyai wajah yang cantik kulit putih bersih dan terawat serta body yang masih menggairahkan, tubuh yang masih singset dan seksi dan bikin horny.

Ukuran payudara Tante Mirna bisa dibilang lumayan besar yaitu 35B. Lelaki mana yang tak tergoda oleh kecantikan dan kemolekan tubuh Tante Mirna. Tante Mirna mempunyai usaha sendiri dia membuka sebuah salon serta perawatan tubuh yang bisa dibilang lengkap, mulai dari perawatan rambut..pijat.. spa.. sampai meni pedi.

koleksi Cerita Sex ngentot terbaru www.ceritadewasa17.xyz

Ekonomi Tante Mirna bisa dibilang berkecukupan, karena suaminya juga bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup ternama di luar kota Jakarta. Mungkin karena suaminya yang berada di luar kota untuk mengusir kesepian dia membuka salon tersebut agar mempunyai kesibukan. Dari pernikahannya Tante Mirna dikaruniai 2 orang anak.
Aku sudah langganan potong rambut di salon Tante Mirna dan selama potong rambut rambut aku sering mengajaknya ngobrol banyak hal mulai dari gosip artis sampai hal-hal yg nyerempet ke urusan ranjang, sehingga kami berdua bisa akrab dan santai.

Suatu hari aku habis potong rambut kemudian menemaninya mengobrol sewaktu salon sudah mulai sepi pengunjung.Dia meminta aku untuk memberikan kursus privat komputer pada Noval dan Rio, dua anaknya yang duduk di kelas 2 SMP dan kelas 4 SD. Karena rumahnya lumayan dekat, aku mau saja, lagi pula honornya juga lumayan buat nambah uang jajan.

Aku dan Tante Mirna sering chat melalu whatsapp di hp, seringnya main tebak-tebakan dan cerita lucu. Berawal karena tidak sengaja, suatu kali aku bermaksud mengirim pesan whatsapp ke TTM ku Rani yang berisi.

“Hai sayang.. lagi apa?
aku kangen kamu…Pengen sayang-sayangan ma kamu lagi..aku pengen kita bercinta lagi..”

Karena waktu itu aku juga baru saja whatsapp an ama Tante Mirna, secara tidak sengaja pesan tersebut terkirim ke Tante Mirna!

Setelah pesan terkirim baru aku sadar kalau ternyata aku sudah salah alamat mengirimkannya ke Tante Mirna. Aku langsung memikirkan alasan jika Tante Mirna menanyakan maksud pesan salah kirim itu. dan ternyta …Benar!..Tak lama kemudian Tante Mirna membalas pesan salah alamat itu.

“Wah.. Ini chat ke siapa ya kok romantis banget begini..??”

Wah, untung aku dan Tante Mirna sudah akrab.

Jadi meski nakalku sudah ketahuan, tetapi tidak jadi masalah. “Maaf, Tante. aku salah kirim pesen. soalnya lagi horny banged.. Maaf ya Tante..” balasku.

Aku sengaja terus terang tentang ‘horny’-ku karena ingin tahu reaksi dari Tante Mirna.

“Wah.. kamu.. ternyata sudah berani begituan ya! SMS itu buat pacarmu ya?”

“Bukan Tante. hanya TTM aja kok, Teman Tapi ML.. Hahaha.. Tidak ada ikatan kok, Tante..”

Balasku sambil bercanda. Tante Mirna tidak membalas chat-ku. Mungkin sedang sibuk. Selang beberapa menit kemudian, ternyata Tante Mirna malah meneleponku.

tante mirna bugil

tante mirna bugil

“Lagi dimana Rony?” Tanya Tante Mirna.

Suaranya lebih akrab daripada biasanya.

“Di kamar aja, Tante. Maaf ya tadi chat-ku salah kirim.

Jadi ketahuan deh aku lagi pengen..” jawabku.

Kudengar Tante Mirna tertawa lepas. Baru kali ini aku mendengarnya tertawa sebebas ini.

“aku tadi kaget sekali. Kupikir si Rony ini anaknya alim, dan tidak mengerti begitu-begituan. Ternyata.. Hot sekali!”

“Hm.. Tapi memang aku alim lho, Tante..” kata ku bercanda.

“Weks.. Alim tapi ngajak ML.. Siapa tuh cewek?”

“Teman lama, Tante. Partner sex ku yang pertama.”

aku bicara apa adanya. Bagiku sudah kepalang basah. aku rasa Tante Mirna bisa mengerti.

“Wah.. Kok dia mau ya tanpa ikatan denganmu?” tanyanya heran.

Aku yang dulu juga sering heran. Tetapi memang sex tanpa ikatan sudah bukan hal baru di jaman sekarang.

“Aku sama dia sahabat baik, Tante. Jadi sex hanya sebagian kecil dari hubungan kami.” Jawabku sekenanya.

Aku tidak mengada-ada. Dalam beberapa bulan kami berteman, aku baru satu kali bercinta dengan Rani. Jauh lebih banyak kami saling cerita dan menasehati serta saling support ketika ada problem.
“Wah.. Baru tahu aku ada yang seperti itu di dunia ini. Kalau kalian emang cocok, kenapa nggak pacaran aja?”

“Kami belum mau terikat. Kadang pacaran malah bikin ada batasan tertentu. saling mengatur, ada tuntutan, ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dan kami belum menginginkan itu.”

“Lalu, apa partnermu cuma si Rani dan partner Rani cuma kamu aja ?” selidik Tante Mirna.

“Kalau tentang Rani aku tidak tahu. Tapi tidak masalah bagiku dia bercinta dengan laki-laki lain. aku pun begitu.

Tapi tentu saja kami sama-sama bertanggung jawab untuk berhati-hati. Kami sangat selektif dalam bercinta. Takut penyakit, Tante.”

“Oh.. Safe Sex ya? “

“Yup! Oh ya dari tadi aku malah di interogasi seperti maling ayam ketangkep aja.Tante sendiri bagaimana dengan Om? Kapan terakhir berhubungan ML?” Tanya aku melangkah lebih jauh.

Kudengar Tante Mirna menarik nafas panjang.

Wah.. Ada apa-apa nih, pikirku.

“Udah kira-kira 2 bulan yang lalu, Rony.” Jawabnya.

Lama sekali. Pasti ada yang tidak wajar. aku jadi ingin tahu lebih banyak lagi.

“Mas Doni Impotent ya Tante?”, tanyaku sekenanya (Nama suami nya adalah Doni)

“Oh tidak.. Entah kenapa, dia sepertinya tidak bergairah lagi sama aku.

Padahal dia dulu sangat hobby ML. Minimal seminggu sekali kami berhubungan sex.”

“Lho, Tante Mirna berhak minta dong. Itu kan nafkah batin. Setiap orang membutuhkannya. Sudah pernah berterus terang, Tante?” Tanya aku.

“Aku sih pernah memberinya tanda bahwa aku sedang ingin bercinta. Tetapi dia kelihatannya sedang tidak mood. aku tidak mau memaksa siapa pun untuk bercinta denganku.” ceritadewasa17.xyz

“Oh.. Kalau Rony sih tidak perlu dipaksa, juga mau dengan Tante Mirna..” goda aku asal saja.

Toh kami sudah akrab dan ini memang waktu yang tepat untuk mengarah ke sana.

“Rony, kamu. . itu cakep. Masa mau dengan orang seumuran ku ? Suamiku aja gak tertarik lagi denganku..”

“Tante Mirna serius? aku tidak menyangka lho Tante Mirna bisa bicara seperti ini. Tante Mirna masih muda. 37 tahun. Seksi dan modis. Kok bisa-bisanya rendah diri ya? Padahal Tante Mirna terlihat sangat mandiri di mata ku..”

gambar bugil tante kesepian

gambar bugil tante kesepian

Aku tak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Bagaimana bisa, sebuah chat WA salah sasaran, dalam waktu singkat bisa berubah menjadi obrolan sex yang sangat terang-terangan seperti ini.

“Kamu. . lagi nganggur kan? Datang ke rumahku sekarang ya?

Suamiku tidak ada di rumah kok. Dia masih di kantor.” Telepon ditutup. Darahku berdesir. Benarkah ini? Seperti mimpi. Sangat cepat.

Bahkan aku tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk mendapatkan Tante Mirna. Selama ini aku sangat menghormatinya sebagai clientku. Sebagai orang tua dari murid privatku.

Bergegas aku mengambil kunci mobil dan pergi ke rumah Tante Mirna.

Di sepanjang jalan aku masih tak habis pikir. Apakah benar nanti aku akan bercinta dengan Tante Mirna? Rasanya mustahil. . Belum lagi kalau ada Noval dan Rio kalau sudah pulang dijemput sopirnya. Sampai di rumah Tante Mirna, ternyata rumahnya sedang sepi.

Mbak Sri sedang santai menonton televisi. “Di tunggu Ibu di ruang computer, Kak.” Kata Mbak Sri. Dia memanggilku ‘kakak’ karena usia aku masih lebih tua darinya. “Oh iya.. Terima kasih, Sri.

Ada urusan sedikit dengan programnya nih.” Kata aku memberikan alasan kalau-kalau Mbak Sri bertanya-tanya ada apa aku datang.

Aku masuk ke ruang komputer yang di dalamnya juga ada piano dan lemari berisi buku-buku koleksi Tante Mirna.

“Tutup saja pintunya, Rony.” Kata Tante Mirna.

Tiba-tiba jantungku berdebar sangat keras. Entah mengapa, berbeda dengan menghadapi Lusi, Rani dan Vera, aku merasa aneh berdiri di depan seorang wanita mungil yang usianya di atasku. Setelah aku menutup pintu, belum sempat aku duduk,

Tante Mirna sudah melangkah menghampiriku. Dia memelukku. Tingginya cuma sebahuku. Harum tubuhnya segera membuatku berdesir. Pelukannya sangat lembut. Kepalanya disandarkan ke dada aku. aku tak tahu harus berbuat apa. Ini adalah pengalaman pertama aku dengan wanita yang usianya di atasku. aku takut salah.

Apa aku harus berdiam diri saja? Memeluknya? Menciumnya? Atau langsung saja mengajaknya bercinta? Pikiranku saling memberi ide. Banyak ide bermunculan di otakku. Beberapa saat lamanya aku bingung. Pusing tidak tahu harus berbuat apa.

Akhirnya aku memilih tenang. aku ingin tahu apa yang Tante Mirna inginkan. aku akan mengikutinya. Kali ini aku main safe saja. No risk taking this time.

“Tante Mirna ada masalah?” bisikku.

Kurasakan pelukan Tante Mirna semakin erat. Dia tidak menjawab. aku juga diam. Benar-benar situasi baru. Pengalaman baru. Kurasakan kontolku tidak bergerak. Rupanya pelukan Tante Mirna tidak membangkitkan gairahku.

“aku cuma ingin memelukmu. Sudah lama aku tidak merasa senyaman ini di pelukan seorang laki-laki. Kamu. . tidak keberatan kan aku memelukmu?” akhirnya Tante Mirna berbicara.

“Tentu saja aku tidak keberatan, Tante. Peluk saja sepuas Tante Mirna. Apapun yang Tante Mirna inginkan dariku, kalau aku mampu, aku akan melakukannya.”

Kurasakan tangannya mencubitku.

“Sok romantis, Tante bukan gadis remaja yang bisa melayang mendengar kata-kata rayuanmu..

Wuih, apapun yang kau inginkan dariku.. tante akan melakukannya.. Hahaha..

Gak usah pakai begituan. Tante sudah sangat senang kalau kamu. . mau kupeluk begini..

Benar juga kata Tante Mirna. Hari itu aku belajar menghadapi wanita dewasa. Belajar apa yang mereka butuhkan. Bagi Tante Mirna, kata-kata manis tidak diperlukan.

Tapi tentu saja, aku tidak seratus persen percaya. Bagiku, tidak ada wanita di dunia ini yang bisa menolak pujian dengan tulus. Perasaan wanita sangat peka. Wanita punya sense untuk mencerna setiap kata-kata laki-laki itu. Apakah rayuan, apakah pujian yang tulus, atau hanya bunga bahasa untuk tujuan tertentu.

Dan aku memilih untuk memujinya dengan setulus hatiku.

“Tante Mirna, aku beruntung bisa dipeluk wanita sepertimu. Siapa sangka SMS salah kirim bisa berhadiah pelukan?” canda aku.

Memang benar aku merasa beruntung. Ini bukan bunga bahasa, bukan rayuan. Dan aku yakin perasaan Tante Mirna akan menangkap ketulusanku.

“Yah.. Tante simpati denganmu yang bisa bergaul akrab dengan anak-anakku.

Kamu juga tidak merendahkan. Kulihat memang pantas kau mendapatkan pelukanku, Rony..” bisik Tante Mirna lagi. Kali ini wajahnya mendongak menatapku. Ada senyum tipis menghias bibirnya. Ugh.. aku jadi ingin menciumnya.

cerita sex dengan tante mirna

cerita sex dengan tante mirna

Di satu sisi aku tahu bahwa aku salah. Tante Mirna sudah berkeluarga dan keluarganya harmonis. Tapi di sisi lainnya, sebagai cowok normal aku menikmati pelukan itu. Bahkan aku ingin lebih dari sekedar pelukan.

aku ingin menciumnya, melepaskan pakaiannya, dan memberinya sejuta kenikmatan. Apalagi Tante Mirna sudah 2 bulan lebih tidak mendapatkan nafkah batin. Pasti dia sangat haus sekarang. aku mulai memperhitungkan situasi.

Kami dalam ruang tertutup yang walaupun tidak terkunci, cukup aman untuk beberapa saat.. Perlahan aku memberanikan diri menyentuh wajah Tante Mirna. Dengan dua buah jariku, aku membelai wajahnya lembut. Mata aku menatapnya penuh arti. Kulihat Tante Mirna gelisah, tetapi ia menikmati sentuhanku di wajahnya.

aku menggerakkan wajahku menunduk mencari bibirnya. Sekejap kami berciuman. Bibirnya sangat penuh. Sangat hangat. Baru beberapa detik, ciuman kami terlepas. Tante Mirna menyandarkan kepalanya ke dada aku.

“Tante salah, Rony. Tante mulai menyayangimu..” bisiknya nyaris tak kudengar.

aku yang sudah merasakan ciumannya mendadak ingin lebih lagi. Dasar cowok!, rutukku dalam hati. Apalagi aku sedang horny. aku mencoba mengangkat wajahnya lagi. Ada sedikit penolakan, tapi wajahnya menatapku kembali. aku tak berani menciumnya.

Dan Tante Mirna menciumku, menghisap bibirku, memasukkan lidahnya, menggigit kecil bibirku. Dan akhirnya kami bercumbu dengan hasrat membara. Kami sama-sama kehausan.. Agh.. aku tak peduli lagi. Wanita yang kuhormati ini sedang kupeluk dan kucumbu. Dia membutuhkanku dan aku juga membutuhkannya.

Yang lain dipikirkan nanti saja. Nikmati saja dulu, pikirku cepat. aku segera menggendongnya dan membantunya duduk di atas meja. Dengan begini aku akan lebih leluasa mencumbunya. Bibir kami saling melumat. Bergerak lincah saling berlomba memberi kenikmatan tiada tara. Tanganku mulai bergerak ke arah payudaranya.

aku meraba payudaranya dari luar. Memberi remasan ringan dan gerakan memutar yang membuat Tante Mirna menggelinjang. Perlahan aku menyusupkan tanganku ke balik pakaiannya. Kurasakan tanganku tertahan. Tante Mirna menolak. Rupanya dia hanya ingin bercumbu denganku. Dasar cowok, aku mana tahan? Sudah kepalang tanggung.

aku nekat tetap memasukkan tanganku dan dengan cepat aku berhasil melepas kait bra-nya. Payudaranya terasa utuh di tanganku, masih sangat kencang, masih sangat peka dengan rangsangan. Buktinya Tante Mirna bergetar hebat saat aku meremas payudaranya.

“Gila kamu. ., Rony. tante tidak memerlukan ini semua.. Cukup peluk tante!” tegur Tante Mirna. aku tahu pikirannya memang menolak, tapi tubuhnya tidak.

aku tetap merangsang payudaranya. Gerakan menolak Tante Mirna melemah. Dan akhirnya hanya desahan nafasnya yang memburu yang menandakan birahinya telah bangkit. Dengan mulutku aku membuka kancing-kancing kemejanya.

Cukup sulit, karena ini baru pertama kali kulakukan. Tapi berhasil juga. Tante Mirna tertawa melihat ulahku. Kini aku bebas mencumbu payudaranya. Kujilat dan kuhisap puting susunya. Tante Mirna melenguh panjang. Kedua tangannya mencengkeram kepalaa aku.

Wajahnya mencium rambutku. Sesekali dia menggigit telinga aku, sementara kepala aku, lidahku, bergerak bebas merangsang payudaranya.

tante montok bugil telanjang

tante montok bugil telanjang

Ugh, begitu enak dan nikmat. Payudaranya tidak terlalu besar namun seksi sekali. Warnanya coklat kekuningan dengan puting yang cukup besar. aku bermain cukup lama di putingnya. Menggigit ringan, menyapukan lidahku, menghisapnya lembut sampai agak keras.

Kadangkala hidungku juga kumainkan di putingnya. Nafas Tante Mirna semakin memburu. Tentu saja untuk masalah nafas, aku lebih kuat darinya karena aku rajin berolahraga menjaga stamina. Tak lama tanganku menyusup ke balik roknya untuk mencari vaginanya dan membelainya dari luar. Kurasakan celana dalamnya telah basah.

Tante Mirna merapatkan kakinya. Itu adalah penolakan yang kedua. Kepalanya menggeleng ketika kutatap matanya. aku terus menatap matanya dan kembali mencumbunya. aku tidak akan memaksanya. Tetapi aku punya cara lain. aku akan membuatnya semakin terangsang dan semakin menginginkan persetubuhan. Perlahan cumbuanku turun ke lehernya.

“Ergh,” kudengar lenguhannya.

Wah, lehernya sensitif nih, pikirku. Dengan intensif aku mencumbunya di leher. Bergerak ke tengkuk hingga membuatnya semakin erat memelukku dan mencumbu telinganya.

“Rony..” rintihnya.

Telinganya juga sensitif. Tante bersorak. Semakin banyak titik tubuhnya yang sensitif, semakin bagus. Lalu tanganku meraba punggungnya. Membuat gerakan berputar-putar dan seolah menuliskan sesuatu di punggungnya. Tante Mirna semakin bergairah.

“Kamu nakal… Pintar sekali membuatku.. Bergairah..”

jawabnya terputus-putus. Nafasnya semakin memburu.

“Tante Mirna cantik sekali. aku sangat menginginkanmu, Tante..

aku ingin membuatmu merasakan kenikmatan tertinggi bersama aku..” bisikku

sambil terus mencium telinganya.

“Tante juga menginginkanmu Rony.. Tapi tante takut..” jawab Tante Mirna.

Ngentot Tante Mirna Si Pemilik Salon

Ya, aku harus membuatnya merasa aman. Dengan gerakan cepat aku melepaskan pelukanku, mengganjal pintu dengan kursi dan kembali mencumbunya. Saat itu di pikiranku cuma satu. Mengunci pintu justru tidak baik. Mengganjal pintu jauh lebih baik. ceritadewasa17.xyz

Kulihat Tante Mirna merespons ciumanku dengan lebih kuat. Tanganku kembali mencoba merangsang vaginanya. Kali ini kakinya agak terbuka.

aku berhasil memasukkan jariku dan menyentuh vaginanya. “Aahh..” Tante Mirna semakin terangsang. Kakinya terbuka semakin lebar. Kini aku sangat leluasa merangsang vaginanya. Jariku masuk menemukan klitoris dan membuatnya makin hebat dilanda badai birahi. Entahlah, aku sangat tenang dalam melakukannya.

Semakin intensif aku merangsang titik-titik lemah tubuhnya, aku semakin tenang. aku seperti maestro yang sangat ahli melakukan tugasnya. Wah, rupanya aku berbakat dalam menyenangkan wanita, pikirku sampai tersenyum sendiri.

Tante Mirna semakin dilanda birahi. Tangannya kini tidak malu-malu melepas kancing celana aku dan mencari kontolku. Setelah menemukannya di balik celana dalamku, dia meremas dan mengocoknya.

aku semakin terbakar.

Kami sama-sama terbakar hebat. Perlahan aku melepas turun celana dalamnya. Tidak perlu dilepas. aku menatap matanya meminta persetujuannya. Mata Tante Mirna nanar. Dia sangat kehausan dan sudah pasrah menerima apa pun perbuatanku.

Perlahan kontolku menembus liang vaginanya tanpa kondom. aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Benar-benar jauh lebih nikmat dibandingkan dengan memakai kondom. aku berani tanpa kondom karena aku yakin dengan kesehatan Tante Mirna. aku mulai melakukan tugasku.

Mendorong masuk, menarik keluar, memutar, memompa kembali dan kami bercinta dengan dahsyat. Suara kontolku yang mengocok vaginanya terdengar khas. aku mengerahkan segenap kekuatanku untuk menaklukkannya.

Tetapi benar-benar tanpa kondom membuatku kontolku lebih sensitif hingga belum begitu lama, aku sudah merasakan di ambang orgasme.

ngentot wanita setengah baya

ngentot wanita setengah baya

Segera kuhentikan aksiku. Kucabut kontolku dan aku menenangkan diri. Kami berciuman. aku tak mau birahi Tante Mirna surut. Setelah agak tenang aku kembali memasukkan kontolku.

Kali ini aku tidak menggebu dalam memompa kontolku. aku memilih menikmatinya perlahan-lahan. Setiap sodokan aku lakukan dengan segenap hati hingga menghasilkan desahan dan rintihan nikmat Tante Mirna yang sudah dua bulan tidak merasakan nikmatnya bercinta.

Gelombang badai birahi kembali melanda. Keringat kami bercucuran, lumayan untuk membakar lemak. Kami memang sedang berolahraga, olahraga paling nikmat sedunia. Making love. Bercinta sangat baik untuk tubuh.

Tidak hanya tubuh, tetapi pikiran juga jadi fresh. Secara teoretis, ada semacam zat penenang yang dihasilkan tubuh saat kita bersenggama, dan zat itu membuat kita sangat nyaman. aku heran juga dengan diriku yang ternyata cukup kuat bercinta tanpa kondom.

Kontolku terasa agak panas. aku belajar menahan nafas dan sesekali saat kurasakan aku hendak mencapai puncak, aku menghentikan kocokanku. Cukup sulit memang menahan orgasme.

aku berusaha seperti menahan kencing. Dan usaha aku berhasil. Setidaknya aku bisa bercinta cukup lama mengimbangi Tante Mirna yang perlahan tapi pasti semakin menuju puncak. Muka Tante Mirna semakin kemerahan.

Wajahnya yang mungil tampak sangat cantik ketika sedang dilanda birahi.

“Tante Mirna cantik sekali.. Hebat juga ketika bercinta..” bisikku.

Lidahku kembali mencumbui payudaranya yang semakin penuh dengan keringat.

“Arg.., kamu. . juga.. Enak sekali, Rony..” racaunya.

Tante Mirna bolak-balik memejamkan mata, membuka mata dan menggigit bibirnya. Nafasnya sangat tidak teratur. Ngos-ngosan dan rambutnya semakin acak-acakan terkena keringat. Wah, pemandangan yang seksi sekali saat seorang wanita bercinta.

Sebenarnya aku ingin mengubah posisi lagi. aku ingin lebih lama bercinta. Tetapi aku agak khawatir juga. Sudah cukup lama kami di dalam ruangan ini.

aku khawatir nanti tiba-tiba mengintip atau mencuri dengar. Dari bahasa tubuh Tante Mirna, aku yakin orgasmenya sudah semakin dekat. Gerakan tubuhnya semakin cepat. Cengkeraman tangannya di punggungku kurasa telah melukai punggungku.

Terkadang giginya bergemeretak menahan nikmat. Dia tampak sekali berusaha untuk tidak menjerit.

“Agh.. Arrhhk.. tante sudah ham.. pir..” rintihnya.

Tanganku meraih bra Tante Mirna dan meletakkannya di mulutnya supaya dia bisa menggigit bra itu. Daripada menjerit, lebih baik menggigit bra sekuatnya. Kontolku semakin gencar menghunjam vaginanya. Sodokanku semakin kuat dan temponya kupercepat.

aku belajar untuk sama-sama mencapai orgasme dengan Tante Mirna walaupun menurutku sangat sulit untuk bisa orgasme bersamaan. Setidaknya, tante berencana membiarkannya orgasme terlebih dulu, baru aku menyusul.

“Arghh.. Ya.. Terus.. Yah.. Dikit lagi..” erang Tante Mirna

agak tidak jelas karena sambil menggigit bra. aku menjaga semangat dan menjaga kontolku agar tetap kuat bertempur. Kurasakan kontolku juga semakin panas.

aku juga sudah mendekati puncak. Aliran pejuuuh dari bawah sudah merambat naik siap menyembur. Gerakan Tante Mirna semakin menyentak-nyentak.

Untung meja di ruangan itu adalah meja kayu yang kosong. Kalau seandainya ada buku atau ballpoint pasti sudah berantakan terlempar. Beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh Tante Mirna bergetar hebat.

Menghentak-hentak dan tangannya mencengkeram sangat-sangat-sangat-kuat. Dia memelukku sangat erat. Dari mulutnya keluar semacam raungan yang tertahan.. Seandainya ini di kamar hotel, pasti dia sudah menjerit sepuasnya.

“Aargghh.. Sstt..”

aku merasakan ada cairan hangat meleleh keluar. Tidak seberapa banyak tetapi membuat kontolku semakin panas. Tante Mirna orgasme sementara aku juga sudah semakin dekat. Inilah saatnya.

aku mempercepat kocokanku. Cepat.. Dan aku mencabut kontolku.

Crot..!! Srr.. R.. Srr.. Srr.. Pejuuuh aku berhamburan

muncrat di perut dan dada Tante Mirna. Ah.., nikmat sekali mencapai puncak. Perjuanganku tidak sia-sia. aku yang selama ini rutin berlatih menahan kencing, melatih otot-otot perut dan kontolku, sukses mengantarkan Tante Mirna menggapai orgasmenya.

Dibandingkan ketika making love dengan Rani dan Maya, kali ini lebih mendebarkan dan menantang. Tante Mirna segera mencari tissue dan membersihkan ceceran pejuuuh aku. Kurang dari semenit kemudian dia sudah memakai bra dan kemejanya kembali. Celana dalam dan roknya tinggal merapikan saja.

ngentot tante binor

ngentot tante binor

aku pun tinggal merapikan celana aku. Beberapa saat kami berpandangan. Ada rona puas di wajah Tante Mirna.

Dia tersenyum manis. Sekarang dia bukan lagi sekedar clientku. Bukan lagi sekedar orang tua muridku. Sekarang dia adalah partner sex-ku. Ada rasa aneh menjalar di tubuhku. aku tiba-tiba merasa begitu menghormati wanita di hadapanku ini.

Sinar matanya yang tegas, pembawaannya yang mandiri, dikombinasi dengan senyum dan kelembutannya, sungguh mempesona. aku sangat bangga bisa memberinya kenikmatan.

“Maaf Tante.. Sudah melangkah jauh sekali..” kata aku.

“Ya! kamu. . tidak sopan sekali, tadi!” katanya

bergurau tetapi dalam nada agak tegas.

Kami pun tertawa bersama. aku memeluknya. Mencium dahinya. Merapikan rambutnya yang agak basah terkena keringat. AC di ruangan itu sangat membantu tubuh kami cepat kering.

“Habis Tante Mirna, sudah tahu aku lagi horny malah diundang kemari..” kata aku membela diri.

“Terus terang tante juga lagi pengen, Rony. Begitu tahu U. . ternyata sudah pengalaman, tante jadi tergoda denganmu. Tapi memang tadi tante sangat takut melangkah.

Untung kamu. .nya nekat.. tante jadi terpuaskan, deh.

Makacih ya..”
Ya ampun.. Bisa-bisanya Tante Mirna bicara manja seperti ini.

aku sampai merasa bagaimana.. gitu. Aneh. Wanita memang makhluk paling aneh sedunia. Di balik penampilannya yang keras dan tegar, toh dia tetap wanita juga.

Sisi lembutnya tetap ada.

“Ya.. aku juga senang sekali bisa memuaskan Tante Mirna. aku juga belajar banyak lho. Sepertinya tadi Tante Mirna kurang suka dengan permainan tanganku di vagina ya?”

“Bukan begitu. tante tidak tahu apakah tanganmu bersih atau tidak. Tapi lama kelamaan karena enak, ya sudah.. diteruskan saja..”

“Oh jangan kuatir..

aku selalu sedia handy desinfectant kok. Biar tanganku bebas kuman.” Kata aku menenangkannya.

aku tadi memang pakai handy desinfectant, tapi kan tetap saja aku pegang setir mobil.
“Yah baguslah. tante juga suka karena U. . selalu terlihat bersih dan harum..”

Tante Mirna mencium bibirku lagi. Kami kembali berpagutan. Lidahku kembali menerobos mulutnya. Menekan lidahnya, saling bergelut.

Kami terus berciuman sambil berpelukan. Banyak laki-laki melupakan kenyataan bahwa ada hubungan yang harus dibina setelah kita berhubungan sex. Setelah terjadi orgasme, wanita tetap membutuhkan sentuhan, pelukan dan ciuman.

Wanita sangat berharga. Jangan sampai kita para laki-laki, begitu mendapatkan orgasme, langsung selesai begitu saja. Harus Ada after orgasm service.

Ini adalah salah satu kunci yang aku pegang untuk membuat wanita merasa nyaman bersama aku.

Kami berpelukan dan dengan jelas aku mendengar suara Tante Mirna..

“Tante menyayangimu, Rony. Terima kasih buat semuanya. tante merasa dihargai dan dibutuhkan olehmu..” kata-kata ini tidak akan pernah aku lupakan.

cerita dewasa lainnya:
Bude Lasmi Guru Ngentot Ku
Selingkuh Dengan Shanty Pembokat ku Tercinta

cerita sex dewasa ngentot bergambar, foto tante bugil, foto telanjang tante seksi, ngentot tante kesepian.

2 Comments

  1. angga August 26, 2017
  2. Bang Uddin October 3, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!