Cerita Seks Dengan Pembantu Binal

Cerita Seks Ngentot Dengan Pembantu Binal Tetangga

Pembaca ceritadewasa17.xyz yang tercinta, kali ini aku akan menceritakan pengalaman ngwee ku dengan Sri, salah seorang pembantu yang bekerja di rumah tetangga.

Di kompleks perumahan ibuku, Sri terkenal sebagai pembantu genit, ganjen, centil dan sebagainya. Dia sering gonta ganti pacar. Sri baru berusia kurang lebih 22 tahun. Bodynya bagus, dengan payudara berukuran kira-kira 34D dan pantat bulat dan padat. Yang lebih menggairahkan adalah cara berpakaiannya. Dia kerap mengenakan kaos ketat dan celana model ABG sekarang yang memperlihatkan pinggul dan pusar. Wajahnya cukup manis, bibirnya sensual sekali. Aku sering menelan ludah kalau melihat bibirnya.

Foto Bugil Pembokat 01

Foto Bugil Pembokat 01

Tugas Sri adalah menjaga anak majikannya yang masih kecil-kecil. Kalau sore hari, dia selalu mengajak anak majikannya berjalan-jalan sambil disuapi. Nah, aku sering sekali berpapasan dengannya saat dia sedang mengasuh Nania (anak tetangga tempat Sri bekerja). Nania ini seorang anak yang lucu, sehingga kadang-kadang aku berhenti sebentar untuk mencubit pipinya.

Suatu kali, seperti biasa aku bertemu dengan Sri yang sedang mengasuh Nania, dan aku berhenti sebentar untuk mencubit pipinya.

Tiba-tiba Sri nyeletuk, “Kok cuma Nania yang dicubit Pak?”

Aku sedikit terkesiap, “Haah?” dan aku memandang kepada Sri.

Dia sedang menatapku dengan kerlingan genit dan tersenyum menggoda.

“Habis, kalau aku cubit pipi Mbak Sri, aku takut Mbak Sri marah,” kataku.

“Kalau cubitnya pelan-pelan, aku nggak marah kok Pak. Malah seneng,” sahut Sri.

Kurang ajar anak ini, aku membatin, tapi mulai tergoda untuk memancingnya lebih jauh.

“Kalau cuma cubit aku enggak mau Sri.” kataku.

“Terus maunya apa? Emang berani?” dia malah menantang. Benar-benar ganjen anak ini.

“Aku maunya, cium bibir kamu yang seksi itu, boleh?” aku bertanya.

Dia malah balik bertanya, “Cuma cium? Enggak mau kalau cuma cium.”

Astaga, ini sudah keterlaluan.

“Sri, aku kan sudah punya isteri, emang kamu masih mau?” aku bertanya.

“Yaa, jangan sampai isteri Pak Rahman tahu dong. ” balas Sri.

“Jadi benar nih kamu mau Sri?” aku memastikan.

Sri menjawab, “Siapa takut? Kapan?”

“Kamu bisanya kapan Sri? Aku sih kapan aja bisa,” jawabku sambil melirik ke toketnya yang bagus itu.

Saat itu Sri pake kaos ketat yang tipis, sehingga bra hitamnya membayang dan memperlihatkan lekuk yang sangat mengairahkan. Pembaca, terus terang saat itu aku sudah “Konak”. Kontolku kurasakan sudah mengeras.

Foto Bugil Pembokat 02

Foto Bugil Pembokat 02

“Ya sudah, nanti malam aja Pak, kebetulan Bapak-Ibu mau ke Bogor, anak-anak mau diajak semua.” kata Sri.

“Oke, nanti jam berapa aku ke rumahmu?” tanyaku.

“Yaa, jam delapanan deh,” jawab Sri sambil membusungkan dadanya.

Dia tahu aku sedang memperhatikan toketnya. Nafsuku menggelegak.

“Kamu nantang benar sih Sri, ya sudah, nanti jam delapan aku dateng. Awas nanti kamu ya.” ancamku sambil tersenyum.

Eh, dia malah menjawab, “Asal Pak Rahman kuat aja nanti malam.”

Sambil mengedipkan matanya dan bibirnya membuat gerakan mengecup. Ya ampuunn, bibirnya benar-benar seksi. Aku menyabarkan diri untuk tidak menggigit bibir yang menggemaskan itu.

“Kalau gitu aku pulang dulu ya Sri, sampai nanti malam ya.” kataku.

“Benar yaa. Jangan boong lho. Sri tunggu ya sayang..” Sri membalas.

Malamnya, jam delapan, aku sudah berada di depan pagar rumah Sri, lebih tepat rumah majikannya. Sri sudah menungguku. Dia membukakan pintu pagar dan aku langsung masuk setelah melihat situasi aman, tidak ada yang melihat. Kami masuk ke dalam dan Sri langsung mengunci pintu depan.

Sri memakai celana yang sangat pendek, dengan kaos ketat. Kulitnya cukup mulus walaupun tidak terlalu putih, namun dibandingkan dengan Enny, masih lebih putih Sri. Aku tidak mau membuang waktu, langsung kudekap dia dan kuserbu bibirnya yang memang sudah lama sekali aku incar. Bibir kami berpagutan, lidah kami saling membelit, dipadu dengan nafas kami yang memburu.

Tiba-tiba Sri melepaskan ciuman kami, dan dia memegang kedua pipiku sambil menatapku, lalu berkata manja.

“Pak Rahman, kalau Pak Rahman mau ngentot sama Sri, ada syaratnya Pak.”

Aku bingung juga, “Apa syaratnya Sri?” tanyaku.

“Pak Rahman harus panggil aku Mbak, terus aku panggil Pak Rahman Yayang. Gimana? Mau nggak?” tanya Sri sambil tangannya turun ke dadaku dan dia meremas dadaku dengan gemas.

Foto Bugil Pembokat 03

Foto Bugil Pembokat 03

Pembaca, ini yang mengherankan, aku seorang yang sudah berusia di atas 39 tahun, punya istri dan anak, jabatanku cukup tinggi di kantor, dan seorang pembantu rumah tangga yang berumur baru 22 tahun mencoba untuk menguasaiku, dan aku merasa senang.

Aku mengangguk sambil menjawab, “Iya Mbak, aku mau.”

Sementara itu, kontolku sudah ereksi dengan maksimal.

“Sekarang, Yayang harus nurut apa yang Mbak bilang ya.” perintah Sri, maksudku Mbak Sri.

“Iya Mbak.” jawabku pasrah.

Lalu Mbak Sri menuntunku ke kamarnya di bagian belakang rumah. Kami masuk ke kamar itu, Mbak Sri menutup pintu dan sekarng dia yang memeluk dan menyerbu bibirku. Kembali kami berpagutan sambil berdiri, lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.

Mbak Sri kembali melepaskan ciuman kami, dan berkata,” Yaang, kamu jongkok dong.”

Aku menurut, aku berjongkok di depan Mbak Sri.

“Lepasin celana Mbak Yang, pelan-pelan ya Yaang.”

“Iya Mbak.” cuma itu kata yang bisa aku keluarkan.

Lalu akupun mulai menurunkan celana pendeknya yang tinggal ditarik saja kebawah karena dia memakai celana olahraga. Perlahan mulai tampak pemandangan indah di depan mataku persis. Cerita ngentot terbaru Pembaca, mekinya gundul tanpa bulu sedikitpun, dan montok sekali bentuknya. Warnanya kemerahan dan diatasnya terlihat clitnya yang juga montok. Mbak Sri melibarkan pahanya sedikit, sehingga mekinya agak terkuak. Mbak Sri mendongakkan wajahku dengan tangannya.

Ngentot Pembantu Binal

Ngentot Pembantu Binal

Dan dia bertanya, “Gimana Yang? Bagus nggak Meki Mbak?”

“Iya Mbak. Bagus banget. Tembem.” jawabku tersendat, karena menahan nafsu dalam diriku.

“Yayang mau cium Meki Mbak?” tanyanya.

“Mau Mbak.”

Aku tidak menunggu diperintah dua kali. Langsung kuserbu Meki yang sangat indah itu. Mbak Sri menaikkan sebelah kakinya ke atas tempat tidur, sehingga lebih terbuka ruang bagiku untuk mencium keharuman mekinya.

Mula-mula hidungku menyentuh kelembaban mekinya, dan aku menghirup keharuman yang memabokkan dari Meki Mbak Sri. Kususupkan hidungku dalam jepitan daging kenikmatan Meki Mbak Sri.

Mbak Sri mengerang, “Aahh, Yayaanngg. Terusin Yang.”

Lalu kukecup mekinya dengan penuh kelembutan. Dan perlahan mulai keluarkan lidahku untuk menjelajahi bibir mekinya. Kugerakkan lidahku perlahan-lahan kesekeliling mekinya. Tanganku meremas-remas pantatnya. Sesekali lidahku menyapu klitnya, dan kujepit klitnya dengan kedua bibirku.

Tubuh Mbak Sri mengejang sambil mendesah, “Aarrgghh.. Yayaanngg.. Ennaakk Yaanngg..”

Kedua tangan Mbak Sri meremas rambutku sambil menekan kepalaku ke belahan pahanya. Wajahku terbenam di Meki Mbak Sri, aku hampir tidak bisa bernafas.

Foto Bugil Pembokat 03

Foto Bugil Pembokat 03

“Yaanngg.. Tunggu Yaang. Mbak nggak kuat berdiri Yang.”

Lalu Mbak Sri merebahkan tubuhnya di kasur sambil melepaskan kaos dan branya. Dia terlentang di kasur. Aku berdiri dan ingin mulai melepas baju dan celanaku.

“Jangan Yang, kamu jangan buka baju dulu. Jilatin Meki Mbak dulu Yang.” perintah Mbak Sri. Lagi-lagi aku nurut.

Lalu Mbak Sri kembali menekan kepalaku ke selangkangannya. Kuteruskan kegiatan mulut dan lidahku di pesona kewanitaan Mbak Sri yang sangat indah kurasa. Kumasukkan lidahku ke dalam mekinya, dan kuputar-putar di dalam mekinya. Dia menggelinjang kenikmatan. Rambutku sudah berantakan karena diremas terus oleh Mbak Sri. Sekitar sepuluh menit kujilati Meki Mbak Sri dan memberinya kenikmatan sorgawi. Akhirnya dia menjerit tertahan, tubuhnya mengejang dan tangannya menekan kepalaku dengan kuatnya.

“Aauugghh.. Yaanngg. Mbakk.. Kkeeluaarr Yaanngg” rintihnya.

Pantat dan pingulnya bergerak memutar dengan liar dan tiba-tiba berhenti.

“Sshh.. Oogghh.. Yaanngg.. Ennaakk banggeett Yaangg.”

Kusedot seluruh cairan yang membanjir dari Meki Mbak Sri. Rasanya gurih dan wanginya harum sekali. Kurasakan becek sekali Meki Mbak Sri saat itu. Setelah berisitirahat kurang lebih sepuluh menit, Mbak Sri bangun dan mulai membuka pakaianku.

Ngewe pembantu jablay

Ngewe pembantu jablay

“Sekarang giliran kamu Yang. Mbak mau gigitin kamu” perintahnya.

Setelah semua pakaianku lepas, Mbak Sri memandang ke kontolku yang sudah pusing dari tadi. Dia menggenggam kontolku dengan gemas dan mulai mengocoknya dengan lembut. Kemudian aku disuruhnya telentang, lalu dia mendekatkan kepalanya ke kontolku. Dikecupinya kepala kontolku, dan lidahnya mulai menjelajahi bagian atas kontolku.

Astaga, permainan lidah Mbak Sri luar biasa sekali. Dalam sekejap aku dibuatnya melayang ke angkasa. Kenikmatan yang diberikan melalui lidah dan mulutnya, membuatku mendesah dan menggelepar tidak karuan. Dari bagian kepala, lalu ke batang kontolku dan bijiku semua dijilatinya dengan penuh nafsu. Sesekali bijiku dimasukkan ke dalam mulutnya. Sampai terbalik mataku merasakan nikmatnya. Ujung lidahnya juga menyapu bahkan menusuk anusku. Kurasakan lisSrik yang menyengat ke sekujur tubuhku saat lidah Mbak Sri bermain di anusku. Sepuluh menit lamanya Mbak Sri menjilati dan mengemut kontol dan anusku.

Kemudian dia merayap naik ke badanku, mengangkangiku, dan mengarahkan kontolku ke mekinya. Perlahan dia menurunkan pantatnya. Kurasakan kontolku mulai melakukan penetrasi ke dalam belahan mekinya yang sangat montok itu. Agak susah pada awalnya karena memang tembem sekali Meki Mbak Sri. Setelah masuk semua, Mbak Sri mulai menaik turunkan pantatnya.

“Aauugghh, Mbak. Enak Mbak.” rintihku.

“Iya Yang, Mbak juga ngerasain enak. Adduuhh. Kontol kamu enak banget Yang.”

Dan Mbak Sri mulai melakukan putaran pinggulnya. Pantatnya tidak lagi turun naik, melainkan pinggulnya yang berputar. Ini benar-benar membuat sensasi yang luar biasa nikmatnya. Mbak Sri sangat pintar memutar pinggulnya. Aku mengimbangi gerakan Mbak Sri dengan menusuk-nusukan kontolku.

Tapi, “Yaanngg. Kamu diem aja ya Yaangg. Biar Mbak aja yang muter.”

Akupun diam dan Mbak Sri semakin liar memutar pinggulnya. Tidak lama kemudian, Mbak Sri menghentikan putaran pinggulnya, dan kurasakan mekinya menyedot kontolku. Serasa dipilin oleh gumpalan daging yang hangat, kenyal dan kesat.

Lalu Mbak Sri mengerang keras, “Yaanngg.. Aarrgghh. Mbak keluar laggii Yaanngg..”

Mbak Sri rebah di atas tubuhku, sementara mekinya terus menyedot kontolku. Luar biasa sekali rasanya meki Mbak Sri ini. Kemudian Mbak Sri memberi perintah agar aku bergantian di atas. Aku menurut, dan tanpa melepaskan kontolku dari dalam mekinya kami berubah posisi.

foto pembantu hot

foto pembantu hot

Sekarang aku berada di atas. Mbak Sri melingkarkan kakinya ke kakiku, sehingga aku tidak leluasa bergerak. Rupanya ini yang diinginkan oleh Mbak Sri, agar aku diam saja. Mbak Sri juga tidak menggerakkan pinggulnya, hanya kurasakan daging di dalam mekinya yang melakukan gerakan menyedot, memijit, memutar dan entah gerakan apa namanya. Yang pasti aku merasakan jepitan Meki yang sangat kuat namun enak sekali. Aku tidak dapat menggerakkan kontolku di dalam mekinya. Juga tidak dapat menarik kontolku dari dalam Meki itu. Tidak lama kurasakan Meki Mbak Sri menyedot kontolku. Lalu perlahan Mbak Sri mulai memutar pinggulnya.

Aku merasa sperti perahu yang berada di dalam lautan yang bergelora karena ada badai yang dahsyat. Dan semakin lama gelombang itu semakin kuat menggoncang perahu. Cerita dewasa 17 tahun – Nafas kami sudah memburu, keringat sudah mengucur membasahi tubuh kami. Dan kurasakan Meki Mbak Sri mulai berdenyut keras lagi, bersamaan dengan aku mulai merasakan desakan lahar dalam diriku yang menuntut untuk keluar dari tubuhku. Putaran pinggul Mbak Sri semakin menggila, dan akupun membantu dengan menekan-nekankan pinggulku walaupun tidak terlalu bebas.

“Oogghh.. Yaanngg.. Mbaakk nnggaakk kkuatt laaggi Yaanngg..” erang Mbak Sri.

Aku juga sudah tidak bisa menahan lagi desakan dari dalam itu, “Iyaa mbaakk.. Aakkuu juggaa.. Aarrgghh.”

Aku tidak dapat meneruskan kata-kataku, karena saat itu muncratlah sudah cairan kenikmatanku di dalam meki Mbak Sri. Bersamaan dengan itu, Mbak Sri juga sudah mengejang sambil memelukku dengan kuatnya.

“Sshh.. Oouugghh.. Enaak baannggett Yaangg.”

Kami merasakan nikmat yang tiada duanya saat air mani kami bercampur menjadi satu di dalam meki Mbak Sri. Mbak Sri mencium bibirku, akupun membalasnya dengan penuh gairah. Dan.. Kamipun terkulai tak berdaya. Aku terhempas di atas tubuh Mbak Sri. Nafas kami tinggal satu-satu. Seprai dan kasur Mbak Sri sudah basah sama sekali karena keringat dan air mani kami yang meluap keluar dari Meki Mbak Sri saking banyaknya.

“Yayaanngg..” Mbak Sri memanggilku dengan mesranya.

“Iya mbaakk.” aku menjawab dengan tidak kalah mesranya.

“Kamu hebat deh Yaang.” kata Mbak Sri sambil mengecup bibirku dengan lembut.

“Mbak juga hebat. Meki Mbak enak banget deh Mbak.” kataku.

Mbak Sri tersenyum, “Yayang suka sama meki Mbak?” tanyanya.

“Suka banget Mbak. Meki Mbak bisa nyedot gitu. Nanti boleh lagi ya Mbak?” aku merayunya.

“Pasti boleh Yang. Meki ini emang untuk Yayang kok.” Kata Mbak Sri.

Dan malam itu, kami melakukannya sebanyak tiga kali, sampai kudengar adzan subuh dari mesjid terdekat. Lalu aku keluar dari rumah itu setelah melihat bahwa situasi aman, dan pulang ke rumahku. – SELESAI –

Pembantu Toket Gede

Pembantu Toket Gede

cerita ngentot pembantu, cerita ngeseks dengan pembokat, ngewe pembantu, cerita dewasa dengan pembantu, cerita seks bergambar, pembokat binal jablay, ngentot pembantu rumah tangga, cerita 17 tahun, cerita sex terbaru.

Cerita hot lainnya :
Cerita Ngentot Janda Binal Sampai Anal
Selingkuh Dengan Shanty Pembokat ku Tercinta
Aku dan 5 Cewek Maniak Ngentot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!