Kisah Romantis Guru dan Murid

Cerita ngentot guru dan murid Romantis – Sehabis ujian semester ada libur cukup panjang dari sekolah. Aku dan kelompok pecinta alam di SMA ku melakukan pendakian ke sebuah gunung di daerah Jawa Tengah untuk mengisi waktu libur tersebut. Rombongan kami terdiri atas 7 siswa cowok dan 6 siswi cewek. Diantara rombongan ada 2 orang guru yang ditugaskan sebagai pengawas, satu guru perempuan Bu Ayu dan satu guru pria Bernama Pak Hardi.

cerita ngentot guru dan murid

cerita ngentot guru dan murid

Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu. Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Ayu (saya memanggilnya Ayu) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Ayu usianya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara! termasuk Pak Hardi guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Kata Pak Hardi sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Ayu dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak. cerita ngentot guru dan murid

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Ayu sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

foto Ayu bugil

foto Ayu bugil

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Ayu minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Ayu. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Ayu saking kedinginan dia memeluk aku.
“Maaf” katanya.
Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Cerita ngentot guru dan murid. Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Ayu basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Ayu minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi??, sungguh di luar dugaanku.. Ayu dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Ayu. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.
“Dingin banget” katanya.
“Terang dingin, habis kamu bugil begini” jawabku.
“Habis bagaimana.. basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong” pinta Ayu.
Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Ayu. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman
“Maaf Ayu”
“Enggak apa-apa” sahutnya.
Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Ayu merangkulku,
“Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat.
“Hangat bu ?” tanyaku.
“iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Ayu tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Ayu. Lalu aku menghindar.
“Kenapa?” Tanya Ayu
“Maaf Ayu” Jawabku.
“Tidak apa-apa Vino, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat”
Kami kembali berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Ayu yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang kontolku. Kami masih berciuman, tangan Ayu melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok Penis ku. Tanganku mulai merogoh Vagina nya Ayu, astaga! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. Vagina nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

Ayu sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula. Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Ayu meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia.. padahal belum menikah.
“Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
“Lumayan sayang” sahutku setengah berbisik.
“Biasa main dimana?? tanyanya
“Ada apa sayang ?” tanyaku kembali.
“Akh enggak” jawabnya sambil melepas Vagina nya dari Penis ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati Penis ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Ayu meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah Vagina nya. Aku jilati Vagina itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

toket seksi ayu

toket seksi ayu

Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”
“Don’t worry!” katanya.
Dan setelah dia memebersihkan Vaginanya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Ayu tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Ayu minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali Penis ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa Penis, dia kan belum nikah.. tidak punya pacar.. kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Ayu. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Ayu bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Ayu meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang Vagina nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok Penis ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang memeknya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas. cerita ngentot guru dan murid

Ayu minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Ayu layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Ayu hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Ayu dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Ayu minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Ayu menuntun Penis ku masuk ke Vagina nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan Penis ku masuk kedalam Vagina nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Ayu membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, Vagina nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir Vagina nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang Vagina nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Ayu merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, Penis ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Ayu minta agar aku jangan ejakulasi dulu,
“Tahan ya?” pintanya.
“Jangan dikeluarin lho !!” pintanya lagi.
Lalu dia menghisap Penis ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan Penis ku di Vagina nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Ayu mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia sudah keluar, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul keluar dan oh, oh..oh..muncratlah air maniku dilubang Vagina Ayu.
“Jahat kamu !!” kata Ayu seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja.
“Jahat kamu Vino, aku kalah terus sama kamu” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

jembut lebat guru biologi

jembut lebat guru biologi

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Ayu menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
“Aku suka kamu!!”
Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Ayu tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi Penis ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Ayu tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, Pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku keluar karena tangan Ayu selalu memainkan Penis ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.
“Aku lemas sayang” bisikku mesra.
“Biarin!!” Bisiknya mesra sekali.
“Aku suka kok” Bisiknya lagi.
Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Ayu. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok Vagina nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjad.. astaga lagi, Ayu sudah keluar banyak, Vagina nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan. Ketika sampai di rumah Ayu, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang. cerita ngentot guru dan murid

Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Ayu guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Ayu minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Ayu malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Ayu. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya. Ayu memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Ayu. Cincin Ayu hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Ayu berencana berhenti menjadi guru, sakit rasanya.. ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Ayu akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi. -T A M A T-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!