Pengalaman Ngentot SPG Asuransi Binal Part I

Pulang kantor jalanan masih agak macet, pada jam-jam sibuk tentu saja jalanan ibukota ini macet total. Langit sedikit mendung, tetapi dugaanku hari ini tidak akan turun hujan. Oleh karena itu aku memutuskan untuk mampir ke mall terdekat dan membeli beberapa baju untuk kerja. Dengan langkah santai aku keluar kantor dan berjalan ke arah halte bus yang berada di dekat kantor, harap maklum karena aku baru 2 bulan bekerja masih belum bisa nyicil beli kendaraan.

Ngentot SPG

Ngentot SPG

Tak butuh waktu lama untuk menunggu bus tidak sampai 5 menit datang bus kota yang sudah agak miring ke kiri pertanda kalau sudah penuh. Aku kemudian naik dan masuk ke dalam. Aroma di dalam bus sungguh luarrrr biasa. Ada bau parfum menyengat dan adapula bau keringat tak sedap, serta gabungan bau-bau an lain yang sudah biasa tercium dalam angkutan umum.

Cerita Dewasa 17 tahun, Cerita ngentot, cerita sex bergambar, cerita hot SPG, cerita hot, ngewe SPG, pengalaman ngentot SPG, SPG bispak bugil, SPG jablay.

Kurang dari 15 menit sampai sudah aku di tujuan, aku kemudian turun dan berjalan ke arah pintu mall. Baru saja kakiku melangkah masuk ke dalam Mall, mataku tertuju pada seorang wanita setengah baya, yang aku rasa umurnya sekitar 30 tahun an. Ia mengenakan blazer warna cerah dengan blouse hitam. Tingkah lakunya gelisah seperti sedang menunggu seseorang. Aku berjalan lewat di depannya, waktu dia menyapaku. Lebih tepatnya bertanya sih.

“Maaf Mas ganggu sebentar, mau tanya – Sekarang jam berapa yha?” tanyanya halus. Dari logatnya kutebak dia orang Jawa.
“Jam 5 lebih 15 menit Mbak,” Jawabku sambil melihat jam yang melingkar di tangan.
“Mbak mau kemana, kok kelihatannya gelisah?” tanyaku lagi.
“Lagi tunggu teman, janjian jam setengah lima kok sampai sekarang belum muncul juga” jawabnya.
“Oooh..” komentarku sekedar menunjukkan sedikit perhatian.
“Mas mau kemana, baru pulang kantorr yha?” dia balik bertanya.
“Iya, mau beli sesuatu Mbak”. jawabku.

Akhirnya terjadilah percakapan basa basi standar ketika berkenalan dengan orang baru.

“Oh iya dari tadi kita bicara tapi belum tahu namanya, saya Irma,” katanya sambil mengulurkan tangan.
“Ronny,” sahutku pendek,
“OK.. Baiklah Mbak, saya mau jalan dulu cari barang yang saya perlukan”.
“Silahkan mas, saya masih tunggu teman di sini aja, semoga aja dia segera datang”.

foto bugil SPG

foto bugil SPG

Kami berpisah, saya masuk ke dalam dan langsung ke Matahari untuk mencari baju. Kulihat Irma masih menunggu di depan pintu Mall. Setelah sekitar 30 menit memilih akhirnya aku memutuskan untuk membeli 2 buah kemeja, setelah membayar di kasir aku kemudian menuju pintu keluar. Dan kulihat Irma masih juga berdiri di sana. Kemudian aku hampiri dia dan kutanya.

“Belum datang juga temennya?”.
“Iya mas, ini aku sudah mau pulang, besok aja kutelpon dia ke kantor,” jawabnya.

*Waktu jaman itu HP adalah sebuah barang mewah dan masih belum banyak orang yang mempunyainya. Jadi wajar lah kalau menunggu orang tanpa kabar dan tidak bisa menanyakan alasan telat secara langsung.*

“Mbak naik apa?”
“Oh, saya bawa mobil sendiri, meskipun mobil tua”.
“OK, kalau begitu saya pulang, saya naik bus angkutan umum”.

Dia kelihatan agak berpikir. Baru pada saat ini aku mengamati dia dengan lebih teliti. Tingginya sekitar 160 cm, kulitnya kuning kecoklatan, khas wanita Jawa dengan perawakan seimbang. Rambutnya berombak sebahu, matanya agak lebar dan dadanya standar kira-kira ukuran 34.

“Kenapa, ada yang salahkah?” tanyaku.
“Oh Nggak, aku juga mau jalan lagi suntuk. Rumah ku agak jauh, kalau jam segini juga lagi padat macet” sambil memandangku dengan tatapan yang sulit kutafsirkan.
“Boleh aku temani,” sahutku asal saja. Jujur aku hanya asal berkata saja tanpa mengharap apapun. Dia menatapku sejenak dan menjawab,
“Boleh saja, kalau nggak mengganggu” jawabnya.

SPG Telanjang horny

SPG Telanjang horny

Kami menuju ke parkiran tempat mobilnya diparkir. Setelah sampai di parkiran Irma naik ke dalam mobil dan membukakan pintu sebelah kiri depan dari dalam. setelah masuk ke dalam kulihat di atas jok tengah berserakan map dan kertas.

“Kemana yha enaknya kalau jam segini?” katanya.
“Terserah ibu sopir aja, asal jangan ke Bekasi, jauh soalnya” sahutku bercanda.
“Kita ke Monas aja yah” katanya sambil terus tetap menyetir.

Karena dia mengenakan rok span selutut, jadi waktu duduk menyetir agak tertarik ke atas, pahanya terlihat sedikit. Aku menelan ludah.

Monas terlihat sepi sore ini, jam di dashboard menunjukkan 6 lebih dikit. Hanya ada beberapa mobil yang parkir. Irma memarkir mobilnya agak jauh dari mobil lainnya. Ia mematikan mesin mobil dan membuka jendela. Kami tetap duduk di dalam mobil.

“Huufftt, hari yang melelahkan”. Irma menyandarkan tubuh dan kepalanya pada jok mobil. Blazernya tidak dikancingkan sehingga dadanya kelihatan menonjol.

“Ngomong-ngomong Mas Ronny ini kerja di mana?”
“Karyawan swasta aja kok, Mbak Irma sendiri di mana?” balasku.
“Saya agen Asuransi, rencananya tadi dengan teman saya, Ratna, akan prospek client. Eh, dianya nggak datang. Eh, bagaimana kalau kita masing-masing panggil dengan nama saja tanpa sebutan basa-basi supaya lebih akrab. Toh umur kita nggak jauh berbeda. Aku 33, kutaksir kamu paling-paling 30”.

Ternyata perkiraankuku tepat, sedangkan taksirannya meleset. Waktu itu umurku baru 27. Mungkin karena warna kulitku agak gelap dan berkumis maka wajahku kelihatan lebih tua. Tapi menurut teman-temanku baik perempuan ataupun laki-laki, dengan wajah cukup ganteng, tinggi 172 cm, perawakan tegap, berkumis dan dada berbulu aku termasuk idaman para wanita.

Irma ternyata seorang janda dengan satu anak. Ketika kutanya kenapa dia bercerai, air mukanya berubah dan ia menghela napas panjang.

“Sudahlah, itu kenangan buruk dari masa lalu, tak usah dibicarakan lagi” katanya.
“Baiklah, maaf kalau sudah menyinggung perasaanmu,” kataku.

SPG cantik bugil

SPG cantik bugil

Senja semakin merambat, lampu jalan sudah mulai dinyalakan mengalahkan temaram senja. Di bawah lampu merkuri wajah Irma terlihat pucat. Tiba-tiba saja kami bertatapan. Irma terlihat sangat lelah, tapi bibirnya dipaksakan tersenyum. Entah bagaimana mulanya tiba-tiba saja tangan kananku sudah kulingkarkan di lehernya dan kurengkuh ia ke dalam pelukanku. Kucium bibir tipisnya dan ia membalasnya dengan melumat bibirku lembut. Kami saling memandang dan tersenyum. Pengalaman Ngentot SPG Asuransi Binal

“Ronny, maukah kamu menemaniku ngobrol?”
“Lho, bukankah sekarang ini kita lagi ngobrol”.
“Maksudku, kita cari.. Mmmmm.. Tempat yang tenang”.

Kucium bibirnya lagi dan ia membalas lebih panas dari ciuman yang pertama tadi. Tanpa kujawab mestinya ia sudah tahu.

“Ayo kita berangkat,” ajaknya sambil menghidupkan mesin mobil.
Kami sempat terjebak kemacetan sampai akhirnya sampai di sebuah hotel kelas standar. Kulihat dia ragu-ragu untuk masuk ke halaman hotel tersebut.

“Ayolah masuk saja, nggak apa-apa kok. Hotelnya cukup bersih dan murah” kataku meyakinkannya.
“Bukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin mobilku terlihat secara mencolok di halaman hotel” sahutnya. Akhirnya kami mendapatkan tempat parkir yang cukup terlindung dari jalan umum.

Setelah membereskan urusan di administrasi, kami masuk ke dalam kamar. Kuamati sejenak keadaan di dalam kamar. Di dinding sejajar dengan arah ranjang dipasang cermin memanjang sepanjang dinding. Aku tersenyum dan membatin rupanya hotel ini memang dipersiapkan khusus untuk pasangan yang mau kencan.

“Kamu sering masuk ke sini yha? Kelihatannya sudah familiar sekali” tanyanya.
“Nggak juga. Namanya nginap di hotel kan tahapannya standar aja. Lapor ke lobby, serahkan ID, bayar bill untuk semalam lalu ambil kunci kamar. Beres kan?”
“Kalau lagi kerja, bagaimana pengalamanmu. Sering dijahili client nggak” tanyaku memancing.
“Yahh, ada juga yang iseng. Tapi kalau orangnya oke, boleh juga sih. Sudah dapat komisi plus tip plus enak gila”.

Ternyata beginilah salah satu sisi dunia asuransi. Saya nggak menghakimi, tetapi semua itu kembali tergantung pada orangnya.

“Aduh, kalau begitu saya nggak bisa kasih tip. Kita pulang saja yuk” kataku pura-pura serius.
“Huussh.. Kamu kok nganggap saya begitu sih”.

foto SPG cantik telanjang

foto SPG cantik telanjang

Kami berbaring berjejer di ranjang yang empuk. Irma tengkurap di sebelahku dan menatapku sejenak, lalu ia mendekatkan mukanya ke mukaku dan mencium bibirku. Aku membalas dengan perlahan. Irma terus menciumiku sambil melepas blazernya. Kaki kirinya membelit kakiku. Tangannya merayap di atas kemejaku dan mulai melepas kancing serta menariknya sehingga dadaku terbuka. Irma semakin terangsang melihat dadaku yang berbulu. Ia membelai-belai dadaku dan sekali-sekali menarik perlahan bulu dadaku.

“Bulumu ini lho, bikin horny bangettt” bisiknya.
“Mandi dulu yuk” kataku.
“Nggak usah, nanti aja. Bau tubuhmu lebih merangsang daripada bau sabun bahkan parfum” katanya.

Bibirnya bergeser ke bawah dan kini ia menciumi leherku. Aku menggelinjang kegelian sekaligus nikmat. Napas kami mulai berat dan memburu. Sambil terus menciumi dadaku, Irma melepaskan blousenya. Kulihat buah dadanya yang masih kenyal dan padat terbungkus bra warna merah jambu. Seksi sekali. Tangannya bergerak ke bawah, membuka kepala ikat pinggangku, melepas kancing celana dan menarik ritsluitingku dan langsung menariknya ke bawah. Aku sedikit mengangkat pantatku membantu gerakan tangannya membuka celanaku. Kini tangannya bergerak ke belakangnya, tidak lama kemudian roknya sudah merosot dan hanya dengan gerakan kakinya rok tersebut sudah terlepas dan terlempar ke lantai.

SPG pamer memek

SPG pamer memek

Tangan kananku bergerak ke punggungnya dan terdengar suara “tikk” kancing pengait branya sudah terlepas. Aku melepas branya dengan sangat perlahan sambil mengusap-usap bahu dan lengannya. Irma mengangkat tangannya dari tubuhku dan akhirnya terlepaslah bra merah jambu yang dipakainya. Buah dadanya berukuran sedang, taksiranku 34 saja, terlihat kenyal dan padat. Urat-uratnya yang membiru di bawah kulit terlihat sangat menarik seperti alur sungai di pegunungan. Putingnya yang merah kecoklatan menantangku untuk segera mengulumnya. toket sebelah kanan kuisap dan kukulum, sementara sebelah kirinya kuremas dengan tangan kananku, demikian berganti-ganti. Tangan kiriku mengusap-usap punggungnya dengan lembut.

Irma mengerang dan merintih ketika putingnya kugigit kecil dan kujilat-jilat.

“Ououououhh.. Nghgghh, Ronn teruskan.. Ouuhh.. Ronnnnn…”

Toketnya kukulum habis sampai ke pangkalnya. Irma menghentakkan kepalanya dan menjilati telingaku. Akupun sudah terangsang hebat. Kontolku sudah mengeras dan kepalanya sudah nongol di balik celana dalamku. Irma melepaskan diri dari pelukanku dan kini ia yang aktif menjilati dan menciumi tubuhku bagian atas. Dari leher bibirnya menyusuri dadaku, menjilati bulu dadaku dan..

“Oukhh, Irma.. Yachh.” aku mengerang ketika mulutnya menjilati puting kiriku. Kini bibirnya pindah ke puting kananku. Aku mendorong tubuhnya, tak tahan dengan rangsangan pada puting kananku.

Irma semakin ke bawah, ke perut dan terus ke bawah. Digigitnya kontolku yang masih terbungkus celana dalam. Tangannya juga bergerak ke bawah, menarik celanaku sampai ke lutut dan akhirnya menariknya ke bawah dengan kakinya. Aku tinggal memakai kemeja saja yang kancingnya juga terbuka semua.

Irma memandangku dan mengangguk ketika kepalanya ada di atas selangkanganku. Aku juga mengangguk. Aku memang tidak pernah meminta wanita yang kutiduri untuk melakukan oral sex atau blowjob. Aku sendiri tidak terlalu suka melakukan oral sex pada setiap wanita. Ada type wanita tertentu yang kuberikan service khusus ini. Jika mereka mau melakukannya biarlah mereka yang berinisiatif.

Kepalanya kemudian bergerak ke bawah. Ia mengisap-isap buah zakarku dan menjilatinya sampai di dekat anusku. Aku tidak tahan dengan perlakuannya. Kututup mukaku dengan bantal. Kugigit bibir bawahku sampai terasa sakit. -B E R S A M B U N G- keĀ Cerpen Sex SPG Asuransi Binal Part II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!