Ngentot Vivi Adik Pacarku

Ngentot Vivi adik pacarku yang binal – Sebelum saya bercerita tentang kisah nyata yg terjadi di dalam hidupku, sebelumnya saya perkenalkan diri saya lebih dahulu.
Saya lahir di daerah Jakarta, warga keturunan cina, berumur 27 tahun dan bekerja disebuah perusahaan swasta sebagai salah seorang manager, saya ditugaskan untuk mengawasi cabang perusahaan di daerah yogyakarta, oleh karena itu saya tinggal disana menempati sebuah rumah kontrakan yang lumayan cukup luas untuk ditinggali seorang diri saja.
Pada suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya Melly yang berusia 25 tahun tinggal di Jakarta, bahwa dia mau datang ke jogja bersama adiknya vivi yang berumur 22 tahun. Daripada menyewa hotel dia minta untuk menginap di rumah kontrakanku saja.Tetapi melly tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya untuk cuti selama dua hari saja.

foto ngentot adik pacar 01

foto ngentot adik pacar 01

Selama dua hari saya dan melly selalu sembunyi sembunyi dari adiknya untuk bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa ml sekali saja karena kesempatan untuk berbuat itu sangat susah sekali karena ada vivi, kami dulu sudah sering ngentot dengan melly sewaktu saya masih tingal di Jakarta.
Setelah melly pulang, hanya tinggal vivi yg masih ingin melanjutkan liburan di jogja.
Pada hari libur weekend saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata di daeerah jogja dan sekitarnya, habis jalan-jalan dia langsung pengen tidur istirahat karena kecapean. Karena saya belum ngantuk, saya nongkrong di ruang tamu untuk nonton televisi, sedangkan vivi masuk kamar untuk tidur.
Setelah capek nonton tv ternyata sudah jam 2 pagi, entah kesambet setan darimana tiba-tiba aku punya ide iseng untuk masuk ke kamar tidur vivi, pelan-pelan saya berjalan mendekati pintu kamarnya yang ternyata tidak dikunci, saya masuk dan melihat vivi telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan pelan-pelan saya lucuti semua pakaiannya, mungkin karena vivi terlalu lelah hingga tidurnya sangat nyenyak sampai tidak merasakan apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya terbuka, saya langsung mengikat tangan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang.
Tiba-tiba dia terbangun dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos tanpa penutup sama sekali dan terikat erat di ranjang. ceritasexdewasa17.xyz

foto ngentot adik pacar 03

foto ngentot adik pacar 03

“Ko.. !! lepasin saya” – suaranya gemetaran karena shock.
“Cepat lepasin Ko..!!” – vivi mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya.
Tubuh telanjangnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana panjang dan celana dalamku dengan cepat.
“Ko!” – vivi memekik.
“Mau ngapain kamu?”
vivi terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.
“Koko gila luu yah!”
Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda.
“Koko, gua khan adiknya melly!”

Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya.
Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan vivi.
“Ko jangaaan!” – dia memohon-mohon padaku.
“Diam.. cerewet!” – aku menjawab dengan sembarangan.
Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku sudah menjadi satu dengannya.
“Iiiih… shiit!” – dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu.
Aku menggoyangkan pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannnya. “Ahh… shiit! ah shiiit! Ko stop!”
Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya.
Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu.
“Mmmh.. udah jangan Ko!” – vivi masih berteriak-teriak memintaku berhenti.
“Lu diam aja jangan banyak ngomong” – ujarku cuek.
“Ohh shiit!” – ujarnya mengumpat.

foto ngentot adik pacar 04

foto ngentot adik pacar 04

Dia menatapku dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil.
“Aaahh Ko stop dong… udah Ko.. gue khan adik melly”
Dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak sekasar tadi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Nafasnya pun mulai memburu. Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan nikmat yang kuciptakan.
“Aduhh sshhh Ko udah dooong.. hhh.. sssh!” – suaranya memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.

foto ngentot adik pacar 05

foto ngentot adik pacar 05

Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Kali ini suara nafas vivi kian berat dan memburu,
“Uh.. uh.. uhhffssh.. shiit Kooo.. agh uufffssshhh u.. uhhh!”
Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang kenikmatannya yang sudah basah total.
Saat itu aku berbisik – “Gimana, lu mau udahan?”
Aku menggodanya. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata,
“I.. iiya.. udah.. han yah Ko”
suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati permainanku ini.
“Masa?”
godaku lagi sambil tetap batang kemaluanku memompa liang kemaluannya yang semakin basah sampai mengeluarkan suara agak berdecak-decak.
“Bener nih lu mau udahan?” – godaku lagi.
Tampak wajahnya yang merah padam penuh dengan peluh, nafasnya berat terasa menerpa wajahku.
“Jawab dong, mau udahan gak?”
aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.
Sadar aku sudah berkali-kali bertanya itu, dia dengan gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan menjawab, “Mmm… iya.. hmmm.” – Aku tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi. Ternyata gerakan pantatnya tetap naik turun, tak sanggup dihentikannya. Soalnya liang kemaluannya sudah semakin berdenyut dan menggigit batang kemaluanku. –ceritasexdewasa
“Ehmmm!”
vivi terkejut hingga mengerang singkat tapi tubuhnya secara otomatis tetap menagih dengan gerakan pantatnya naik turun. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya.

cerita lain yang tak kalah panas
Bude Lasmi Guru Ngentot Ku
Aku dan 5 Cewek Maniak Ngentot
Ngewe Kakak Perempuan Temanku

“Lho katanya udahan” – kata-kataku membuat vivi tidak mampu berpura-pura lagi.
Mukanya mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik,
“Ah shiiit Kooo… uhh… uhhh.. swear enak banget… pleasee dong .. lanjutin pleasee!”
belum selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia langsung melenguh panjang. Rupanya perasaaan malunya telah ditelan kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya.
“Ah iya.. iya.. di situ mmmhhh aaah!”
tanpa sungkan-sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya. Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. Tiga kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Vivi pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum kemenangan.

foto ngentot adik pacar 06

foto ngentot adik pacar 06

Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya.
“Huuhh, kamu hebat banget sih Ko, sering yach melakukan dengan kak melly ??”
“Enggak juga koq!” – jawabku enteng.
“Halah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama”
“Keperawanan lu kapan diambil?” – tanyaku
“Sewaktu pacarku ingin pergi ke Amrik untuk kuliah, aku berikan sebagai hadiah perpisahan”
Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih vivi kembali lagi ke kamar.
Di depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri.
“Aduh kok ganas banget sih Lu!” – katanya setengah membentak.
Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus vaginanya dengan rudalku. Mulutnya kusumbat, kulumat dalam-dalam. Setelah vivi mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu. Sekarang aku bisa lebih bebas bersenggama dengan dia sambil menikmati payudaranya. Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat dan nikmat banget.

foto ngentot adik pacar 02

foto ngentot adik pacar 02

“aahh…. ssshh…. oohh…. uuuuggghh…. mmhh”, vivi terus meracau keenakan.
Bosan dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh vivi menungging. Sambil kedua tangannya memegang bibir meja. Dalam keadaan menungging begitu vivi kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang penisku dan langsung kuarahkan ke vaginanya. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai mengerang nikmat. Tidak sabar kutusukkan sekaligus. Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini vivi bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit.
“Aahh Kooo Akuuu mmooo.. kkeeelluuarr lagggi…” – racaunya.
Goyangan vivi makin menggila dan tidak lama tangan kanannya menggapai ke belakang, dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras lagi. Kulayani dia, sementara aku sendiri memang terasa sudah dekat. vivi mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya. Saya tetap dengan aksiku. Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras.
“Eengghh…. oohh…. ohh…. aahh”
tidak lama setelah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam liang senggama nya.
Dengan gontai kuiring vivi kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ketika kulihat jam di dinding menunjukan jam 04:18. Wah lumayan, masih ada waktu buat satu babak lagi, kupikir.
“Vi, vagina dan permainan kamu ok banget!” – pujiku.
“Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat” – suatu pujian yang biasa kuterima!
Setelah itu kami saling berjanji untuk tidak memberi tahu kakaknya melly dan pacarnya yg sedang kuliah di luar negri .
Selanjutnya kami selalu melakukannya setiap hari sampai dia pulang ke Jakarta. -T A M A T-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!